One Minute
Di tengah keruwetan permasalahan ekonomi dunia, ternyata masih terselip ketegangan konflik yang sementara itu ditinggalkan. Konflik Gaza ternyata masih menjadi ‘unek- unek’ negara- negara Arab dan pendukungnya terhadap Israel. Karena konflik yang beriringan ini pun akhirnya permasalahan Gaza disinggung dalam World Economic Forum di Davos.
Perdana Mentri Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan aksi walk out setelah berdebat dengan Presiden Israel Simon Peres. Erdogan berbicara lantang kepada Peres mengenai aksi serangan Israel yang sudah tiga minggu belum kunjung usai. “Saya tahu alasan naiknya volum suaramu adalah karena perasaan bersalah secara psikologi. Suaraku tidak akan sekencang itu. Dan kamu harus tahu kalau soal pembunuhan- yang kamu yang lebih tahu. Saya tahu bagaimana kamu membunuh anak- anak di pantai,” kata Erdogan kepada Peres. Erdogan pun menyinggung tentang larangan nomer enam dalam ajaran Yahudi yang menyebutkan larangan untuk membunuh. Ia pun menyebut aksi Israel tersebut seperti barbar dan mengutuk aksi tersebut.
Di sisi lain, Peres dengan tenang menjawab bahwa masalah Israel adalah wajar. Merupakan suatu kewajaran untuk mempertahankan negara karena diserang oleh negara lain. Israel seringkali memakai alasan who’s the first sebagai jawaban dari seluruh kutukan dunia atas aksinya. Padahal tentu saja dunia tidak sebodoh itu untuk terus melihat siapa yang lebih dulu menyerang karena Israel menyerang Palestina dengan brutal dan konflik ini menjadi zero sum game.
Kemudian dengan pernyataan Peres tersebut, Erdogan yang berniat membalas tidak diberi waktu oleh moderator walaupun akhirnya Erdogan terus memaksa untuk bicara, “One minute!” Paksa Erdogan. “Mulai dari sekarang, Davos selesai bagi saya. Saya tidak akan kembali karena kamu tidak memberi kesempatan orang untuk berbicara. Kamu memberi dia 25 menit, tetapi untuk saya hanya 12 menit. Ini tidak adil,” Kata Erdogan kepada moderator sebelum meninggalkan forum.
Sorak Sorai Turki
Ketika sampai di Istanbul, Erdogan di sambut oleh masyarakat yang meramaikan jalan dengan mawar merah bertebaran, bendera Turki dan Palestina, serta spanduk yang bertuliskan “Turkey is proud of you.” Warga Turki bangga akan sikap tegas dari Erdogan di Davos. Bagi mereka Erdogan adalah pahlawan.
Dalam hal ini, ia mengharapkan perdana mentri Turki nantinya akan memiliki sikap tegas seperti ini. Dan Erdogan menegaskan bahwa dengan aksinya tersebut bukan berarti ia ingin membahayakan negaranya, tetapi ini mengenai prestis bagi negaranya.
Turki- Israel
Turki merupakan negara yang didominasi oleh muslim tetapi Turki menolak untuk dikatakan sebagai negara Islam. Turki adalah negara yang sekuler. Dari geopolitik, posisi Turki memang berada di antara Timur Tengah dan Eropa. Dari sinilah kemudian dalam politik pun Turki sering memiliki posisi yang dilematis. Keinginan Turki untuk menjadi bagian dari Uni Eropa sampai saat ini belum terlaksana juga. Mendukung Amerika dalam Invasi Irak, merupakan salah satu politik ‘mencari muka’ Turki untuk segera menjadi bagian dari Uni Eropa.
Posisi Turki dalam konflik Gaza saat ini adalah sebagai mediator. Turki memiliki kedekatan dengan Israel dalam kerjasama ekonomi dan militer tetapi Turki juga dekat dengan negara- negara Arab. Dengan adanya aksi walk-out tersebut, Turki secara tidak langsung menegaskan posisinya dalam konflik Gaza sebagai oposisi dari Israel. Hal ini akan berpengaruh terhadap hubungan Israel- Turki selanjutnya. Di posisi Israel akan terdapat pilihan bahwa dengan tidak mengakhiri serangan secepatnya maka posisi Israel dalam hubungan internasional pun akan ikut- ikutan terancam. Sedangkan Turki tidak memiliki losses yang besar jika kedekatan hubungannya denga Israel meregang. Mengapa begitu? Hal ini karena posisi Amerika saat ini sudah tidak bertumpu pada Israel lagi. Naiknya Obama menjadi presiden Amerika Serikat diprediksi kelak akan membawa perubahan yang besar terutama dalam konflik timur tengah. Israel pun harus berpikir kembali untuk memperkeruh konflik mengingat sekarang ia tidak memiliki sekutu lagi.
-
Archives
- February 2009 (1)
- January 2009 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS